Kamis, 20 Oktober 2011

Perjuangan ibu yang hampir terlupakan.

Malam ini 20 Oktober 2011, Setelah beberapa bulan mengasuh bayi, yang kelihatannya begitu sepele dan mudah. Ternyata tidak semudah yang di harapkan, begitu kompleks. Walaupun kadang membuat kesal, apalagi kalau terbangun tengah malam. Apalagi kalau si bayi susah tidur dan hiper aktif, semua benda di raihnya. Yah, sesuatu yang hampir terlupakan, perjuangan seorang ibu dalam mengasuh anaknya. Saya yang selalu di sibukan oleh pekerjaan, melupakan ibu saya sendiri. Terus terang saya tidak sanggup menatap wajah ibu, ketika ibu menderita katarak, tidak bisa melihat. Allhamdulillah salah satu mata ibu kini telah di operasi pada tahun 2009, allhamdulillah berhasil. Tanpa saya sadari dibalik semua yang saya miliki ada doa ibu. Ibu saya mohon ampun, selama ini tidak memberikan perhatian walau hanya sekedar telephon. Tidak ada kebahagiaan yang melebihi kasih ibu yang tulus, tapi hati ini selalu menyepelekan kasih ibu. Separuh nyawa ini milik ibu, tanpa ibu aku tidak ada apa-apanya. Uang yang banyak, harta yang melimpah tidak menjadi jaminan kebahagiaan, maaf aku ibu. Aku yang telah kau banggakan kau harapkan, tidak memberikan kontribusi apapun. Sekali lagi maafkan aku ibu, aku mohon ridhomu.... aku mohon doa mu.....
aku yang selama ini selalu menyusahkan ibu, yang selalu membuat penyakit di hati ibu, namun ibu tetap tulus meberi. Aku telah menampar wajah ibu dengan perilaku saya. Mulai sekarang saya janji akan mempersembahkan yang terbaik untuk ibu.... Memanjatkan doa keselamatan untuk ibu. Karena tanpa ibu aku bukan siapa-siapa. Janji-janji untuk membahagiakan ibu dulu harus ditunaikan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar