Senin, 31 Oktober 2011

Peran wanita yang hampir terabaikan.....

Dalam kehidupan sehari-hari kadang -kadang kita memandang remeh peran seorang istri. Yah,... mungkin karena saya belum pernah merasakan menjadi peran seorang ibu, atau istri. Baru tersadarkan peran seorang istri ketika pulang kampung. Seolah di kejar-kejar oleh waktu. Belum lagi mengurus pakaian, mengepel lantai, merapihkan tempat tidur. Belum lagi materi analis yang begitu berat, tetapi sebenarnya biasa-biasa saja kalau kita menyikapinya. Seolah waktu begitu cepat, saling berpacu untuk mencapai satu nazar yang belum terpenuhi. yah.... Maafkan aku Ibu anakmu yang hampir melupakan perananmu dalam hidupku. Maafkan aku istriku yang selalu meremehkan mu karena tanpa perananm u aku bukan siapa-siapa

Rabu, 26 Oktober 2011

Sebuah kebanggan tersendiri yang tak terbeli oleh uang.

Saya heran, mengapa begitu banyak orang tertarik menjadi tentara? Pahahal gaji tentara itu kecil apalagi tamtama. Ternyata sebuah kebangaan tidak bisa terbeli demi uang, padahal mereka bertaruh nyahwa, teken kontrak dengan nyawa. Sebuah kebanggan tersendiri bisa membela bangsa bertaruh nyawa. Hidup disiplin dalam sebuah keteraturan. Ternyata kebanggan itu tidak semuanya bisa dibeli dengan uang. Seorang nasionlis, seorang komandan yang bisa membangkitkan antusias para anggotanya, kebanggan yang tak bisa ternilai dengan uang. Didaerah konlik, di Aceh, di Ambon dimana semua pertikaian itu berada yang begitu beresiko bertaruh nyawa. Semua itu tidak bisa terbeli dengan uang. oreintasi kepada pengabdian, walaubun panas terik hujan berangin pantang menyerah.

sebuah pengalaman menarik tentang sebuah panggung sandiwara, dan saya terjebak dalam sandiwara itu hingga saya meremehkan orang.

Dalam kehidupan sehari-hari mkadang-kadang ada sebuah lelucon, yah memang karena tanpa lelucon hidup ini hambar. ibarat masakan tanpa bumbu, hambar rasanya. Sebuah lelucon atau plesetan yang membuat kita terkenang kenang atau dalam istilahnya ter record dalam memori kita. Sebagai sebuah contoh misalnya "irit banget nih orang, padahal dia sedang haus" sampai menyiksa dirinya sendiri. Sehingga timbul cemoohan. habis dapat uang banyak beli air aja gga mau. Yah kalau menurut analisa saya apakah itu sebuah cemoohan yang pantas dilontarkan. contoh lain "seseorang berambut botak" kemudian ada komentar "irit banget nih orang, untuk cukur aja bisa enam bulan sekali yah kadang kadang lelucon seperti itu terrecord dalam memori kita. Sehingga kita terbuai oleh lelucon itu. lelucon murahan, selera humor yang rendah. sehingga kita terpengaruhi oleh lelucon itu. Tanpa disadari cemoohan atau lelucon itu membuat kita jadi ikut-ikutan mencemooh. Semua yang terjadi membuat saya besar kepala. Ternyata orang-orang yang saya cemoohkan sekarang menjadi orang yang sukses.... Saya menyesali perbuatan saya dan saya berjanji tidak akan mencemoohkan orang lagi. dan saya tidak akan mematahkan potensi orang. Sebuah pengalaman berharga yang harus dicatat dalam pikiran, mencerna perkataan, mengolah daya pikir, itu semua harus dilaksanakan bukan Allah menciptakan otak untuk berpikir?































'

Senin, 24 Oktober 2011

Efektifitas kerja dan efisiensi

Dalam dunia bisnis, di dalam persaingan yang begitu ketat semua saling berpacu. Saya sependapat dengan ide direksi. peruri dipcu untuk berlari. yah memang demikian. persaingan bebas. Seberapa efektif kah kinerja para karyawannya. Misalnya sebuah mesin speed master dengan kecepatan 5000 lembar per jam, misalnya. Efektifitas memang harus mau tidak mau harus dilaksanakan. Ditengah persaingan yang begitu banyak. Sementara market peruri kian lama kian surut, Apa yang salah? Dalam dunia bisnis memang harus tidak selamanya bersih, seperti kata seorang bos BCA kalau kita mau mengambil ikan tentu nya harus ada umpannya, apakah ini kkn? atau menyalahi aturan kpk. Sementara di luar sana sudah banyak perusahaan yang ingin merebut pangsa pasar peruri. Untuk sebuah lobi tender sebuah order tidak ada salhnya bukn memberikan jamuan atau sekedar bermain golf. Apakah selamanya Bisnis itu bersih,.....? Efektifitas memang mau harus mau ditempuh kalau peruri mau terus maju.
Efisensi juga perlu.......... dan mau tidak mau harus dilakukan.

Jumat, 21 Oktober 2011

pertanyaan suverveisor....

Dalam dunia kehidupan ini tidak selamanya semua pertanyaan harus di jawab dengan jujur.
Yah,.... memang demikian kenyataannya. Dunia ini penuh dengan intrik, untuk kepentingan apa pertanyaan itu di ajukan? Dalam dunia bisnis, sebuah liputan tentang kisi-kisi seputar home industri atau bisnis lainnya sebenarnya menambah daya saing dalam industri atau bisnis itu sendiri. Mengapa banyak acara serupa yang ditampilkan baik dalam hal seputar bisnis maupun wisata kuliner yang membuka rahasia bisnisnya yang justru menambah pesaing. apa maksud dan acara tersebut ditampilkan? Membuka lapangan kerja baru atau hanya sekedar promosi? saya sendiri belum tahu pasti maksud acara tersebut. Demikian juga dalam industry security printing yang mempunyai market yang luas, tetapi mengapa akhir-akhir ini sering ada kunjungan di perusahaan tempat kami bekerja, yang sifatnya sangat rahasia, atau untuk sekedar promosi, mengenalkan produk di perusahaan tempat kami bekerja. Kalau saya lihat dari sudut pandang saya justru ini adalah sebuah kerawanan, mungkin dari beberapa pengunjung ada sebagian yang mempelajarinya, serta memodifikasinya yang mungkin saja dari perusahaan sejenis.Mungkin peruri sudah bukan rahasia lagi.

ujian, cobaan atau musibah?

Baru saja melangkah, ada saja aral melintang. Sebuah perjuangan memang tidak semanis buahnya, perjuangan itu pahit. Tetapi saya begitu menikmatinya terus terang saja untuk masalah yang begitu menggoda, tetapi sudahlah, yang berlalu biar berlalu. Puji syukur kehadirat Allah yang telah menunjukan jodoh yang terbaik, tersabar, dan tak ada satu pun wanita yang bisa menandingi kesabarannya... sebuah perjalanan panjang menuju bahtera. Watak aslinya yang tampak kasar dan egois telah Engkau tunjukan, dibandingkan belaiannya.Dia tak layak menjadi pendamping..... Hanya bidadariku yang tersabar yang senantiasa mendampingi di kala ku susah, sakit, maupun bahagia. Aku kira ini sebuah musibah yang telah menimpa. Dikarenakan aku terlalu menyayanginya dan ter lalu berharap besar. Memang tidak mudah menahan deritayang menimpa, walaupun secara teori biasa saja. Seperti yang di sampaikan A'a Gym sabesar apapun maslahnya sebenarnya adalah biasa saja, tetapi yang terpenting adalah bagaimana sikap kita menyikapi masalah itu, memang tidak mudah. Tetapi perjuangan adalah perjuangan, yang harus di tempuh... dan memang itulah seni nya hidup, seni yang menghiasi hidup

Kamis, 20 Oktober 2011

Perjuangan ibu yang hampir terlupakan.

Malam ini 20 Oktober 2011, Setelah beberapa bulan mengasuh bayi, yang kelihatannya begitu sepele dan mudah. Ternyata tidak semudah yang di harapkan, begitu kompleks. Walaupun kadang membuat kesal, apalagi kalau terbangun tengah malam. Apalagi kalau si bayi susah tidur dan hiper aktif, semua benda di raihnya. Yah, sesuatu yang hampir terlupakan, perjuangan seorang ibu dalam mengasuh anaknya. Saya yang selalu di sibukan oleh pekerjaan, melupakan ibu saya sendiri. Terus terang saya tidak sanggup menatap wajah ibu, ketika ibu menderita katarak, tidak bisa melihat. Allhamdulillah salah satu mata ibu kini telah di operasi pada tahun 2009, allhamdulillah berhasil. Tanpa saya sadari dibalik semua yang saya miliki ada doa ibu. Ibu saya mohon ampun, selama ini tidak memberikan perhatian walau hanya sekedar telephon. Tidak ada kebahagiaan yang melebihi kasih ibu yang tulus, tapi hati ini selalu menyepelekan kasih ibu. Separuh nyawa ini milik ibu, tanpa ibu aku tidak ada apa-apanya. Uang yang banyak, harta yang melimpah tidak menjadi jaminan kebahagiaan, maaf aku ibu. Aku yang telah kau banggakan kau harapkan, tidak memberikan kontribusi apapun. Sekali lagi maafkan aku ibu, aku mohon ridhomu.... aku mohon doa mu.....
aku yang selama ini selalu menyusahkan ibu, yang selalu membuat penyakit di hati ibu, namun ibu tetap tulus meberi. Aku telah menampar wajah ibu dengan perilaku saya. Mulai sekarang saya janji akan mempersembahkan yang terbaik untuk ibu.... Memanjatkan doa keselamatan untuk ibu. Karena tanpa ibu aku bukan siapa-siapa. Janji-janji untuk membahagiakan ibu dulu harus ditunaikan....

Rabu, 19 Oktober 2011

potensi yang berdaya guna

Bangsa Indonesia yang begitu luas serta memiliki sumber daya alam yang banyak, tetapi di balik sumber daya alam yang potensial tersebut masih banyak yang belum dikelola dan di eksploitasi. Seperti sumber daya alam yang ada di irian jaya yang dikeolola oleh pt freeport. Sebenarnya dalam kontrak kerja antara pt freeport dengan indonesia, banyak kerugian yang di dapat oleh bangsa Indonesia. Pertanyaannya adalah mengapa bangsa Indonesia melakukan kontrak kerja dengan pt freeport, padahal banyak perusahaan pertambangan di Indonesia yang potensial seperti Arifin panigoro misalnya. Begitu banyak sumber daya alam indonesia yang potensial dieksploitasi oleh asing, sementara Indonesia hanya menjadi kuli nya saja. Padahal sdm di Indonesia sangat potensial. Di dalam UUD 45 berbunyi "sumber daya alam yang penting dikuasai oleh negara dan sepenuhnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat". Sangat kontradiksi sekali dengan keadaan sekarang, dimana asing lebih dominan menguasai sumber daya alam yang kita miliki.Yang menjadi pertanyaan saya sekarang sejauh mana sumberdaya alam yang kita miliki memberikan manfaat untuk bangsa dan rakyat indonesia. Untuk apa sumber daya alam serta sumber daya manusia yang begitu potensial tidak memberikan konstribusi bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Bukankah sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya, begitupun dengan sumber daya alam yang potensial.

Jumat, 14 Oktober 2011

Pola hidup konsumtif yang menjerumuskan.

Di malam ini pukul 21.00 tanggal 14 Oktober 2011. Tak terasa sudah 12 tahun ku abdikan diri di perum Peruri. Setelah beberapa tahun terbius oleh gemerlap kehidupan konsumtif. Bukannya tidak mensyukuri apa yang telah di raih. Tetapi saya merasa telah kehilangan momen selama 12 tahun yang terlewati. Kalau di hitung pendapatan yang ku terima selama 12 tahun, kalau tidak boros, mungkin sekarang sudah mulai merasakan buahnya. Terlalu bodoh diri ini hanya untuk mengikuti hawa nafsu, status gaya hidup, rela mengorbankan penghasilan jerih payah yang di dapat. Di dalam kehidupan ini, harus banyak berpikir dan bersyukur. Berpikir dalam arti, setelah uang yang di peroleh akan di kemanakan? apakah hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsu, atau kebutuhan pokok. Disinilah kita perlu berpikir agar lebih selektif dalam membelanjakan uang, dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Hemat bukan berarti pelit, hemat artinya kita selektif dalam membelanjakan uang, tidak terpengaruh oleh gaya hidup konsumtif, lebih mementingkan kebutuhan pokok. Mungkin saja kalau dari 12 tahun yang lalu saya disiplin dalam penggunaan uang, saya sekarang sudah jadi pengusaha. Penyesalan memang selalu di akhir. Bersyukur disini dalam pengertian merasa tercukupi kebutuhannya. Kadang-kadang kalau sugesti perasaan kita selalu kurang, dan kurang maka seperti itu pula lah kehidupan yang kita jalani. Kaya itu bermula dari pikiran, kalau pikiran kita merasa tercukupi, dan bersyukur apa yang telah diperoleh selama kita hidup. Bukankah Allah SWT menurut persangkaan hambanya? Pengalaman menarik dan menggugah motivasi saya... Suatu malam badan saya terasa pegal-pegal, kebetulan tukang pijit keliling lewat, kemudian saya memanggilnya "mang saya mau pijit" Ternyata setelah saya perhatikan tukang pijit ini menyandang tuna netra. Saya mengawali pembicaraan dengan si tukang pijit, tinggal dimana? dapat penghasilan rata-rata berapa per hari? sudah punya anak berapa? dan pertanyaan lainya untuk mencairkan suasana. Saya merasa terharu mendengar ceritanya yang kadang kadang ia ditipu dengan pembayaran yang sedikit, modusnya pembayaran di bayar dengan uang ribuan yang banyak jumlahnya, tetapi kalau di total tetap sedikit. maklum tukang pijit ini menyandang tuna netra. Saya kemudian bertanya lagi kepada tukang pijit "apa nggak kapok jadi tukang pijit kalau di bayar sedikit?" kemudian dia menjawab "yah memang ini yang hanya saya bisa, mau kerja apa lagi?" Saya merasa bangga akan motivasi orang ini walaupun tuna netra semangat untuk mencari nafkahnya tak pernah padam, hanya dengan bantuan tongkat, ia berkeliling mencari uang, walau kadang ia tertipu dengan bayaran yang sangat minim. Keadaannya yang cacat tidak membuatnya patah semangat. Terus terang saja, saya merasa jijik bila melihat pengemis yang fisiknya masih bagus dibanding tuna netra si tukang pijit. Badai krisis moneter yang telah berlalu memang masih terasa dampaknya sampai sekarang. Saya secara pribadi merasa malu dengan kinerja tuna netra ini. Saya yang masih bisa melihat, mendengar, dan semua panca indera yang saya miliki berfungsi dengan baik, tetapi tidak memaksimalkan potensi yang telah diberikan sang pencipta. Ampuni hamba ....ya Rabb Berikan kekuatan kepada hamba untuk mensyukuri nikmmat yang telah kau berikan...